Tafsir Al Misbah Surat Al Hajj ayat 6-7/M.Quraish Shihab
Ayat 6-7
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq dan karena sesungguhnya Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati dan karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya Kiamat pasti datang, tak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur.”
Ayat ini membuktikan keniscayaan Hari Kiamat sekaligus bukti kekuasaan Allah untuk maksud tersebut. Ayat diatas menyatakan bahwa: Yang demikian itu yakni penciptaan manusia dan penumbuhan tumbuhan dalam proses tersebut adalah satu bukti kemahakuasaan Allah SWT. karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq wujud-Nya, serta sifat dan perbuatan-Nya Dia tidak melakukan sesuatu secara sia-sia, dan penciptaan dan pertumbuhan diatas disebabkan karena sesungguhnya Dia-lah yang senantiasa dan silih berganti menghidupkan segala yang mati, baik manusia, binatang, maupun tanah dengan menumbuhkan tumbuhan dll. dan itu semua dilakukan Allah dengan amat mudah
karena sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Allah melakukan itu semua tidak sia-sia bukan pula untuk permainan. Bukankah Dia adalah al-Haq ? Dia tidak menyia-nyiakan amal sesorang. Dia juga akan menegakkan keadilan sempurna. Karena itu, Dia mengadakan hari tertentu untuk pembalasan sempurna dan sebab itulah maka sesungguhnya Hari Kiamat pasti-lah datang, tak ada keraguan padanya; dan karena itu pula sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa yang di dalam kubur agar masing-masing mempertanggungjawabkan amal usahanya dan masing-masing menerima balasan dan ganjaran.
Kata haq, maknanya berkisar pada kemantapan sesuatu dan kebenarannya. Lawan dari yang batil/lenyap adalah haq. Sesuatu yang mantap tidak berubah juga dinamai haq, demikian juga yang mesti dilaksanakan atau yang wajib. Tikaman yang mantap sehingga menembus kedalam-karena mantapnya-juga dilukiskan dengan akar kata ini yakni muhtaqqah.Pakaian yang baik dan mantap tenunannya dinamai Tsaubun Muhaqqaq.
Nilai-nilai agama adalah haq karena nilai-nilai tersebut harus selalu mantap tdiak dapat diubah-ubah. Sesuatu yang tidak berubah, sifatnya pasti, dan sesuatu yang pasti menjadi benar, dari sisi bahwa ia tidak mengalamai perubahan.
Allah haq kareana Dia tidak mengalami perubahan sedikitpun, Dia wujud dan wujud-Nya bersifat wajib; tidak dapat tergambar dalam benak bahwa Dia dapat disentuh oleh ketiadaan atau perubahan, sebagaimana yang dialami oleh makhluk. Dia yang berhak (yang mesti) disembah, tiada yang berhak disembah kecuali Allah. Dia juga Haq karena segala yang bersumber darinya pasti benar, mantap, dan tidak berubah. Dia juga Haq karena segala yang dibuatnya adalah haq dan Dia pun selalu melakukan yang haq. Karena itu adalah haq melakukan perhitungan terhadap manusia karena keadilan adalah nilai yang haq, dan karena kesempurnaan keadilan tidak dapat terpenuhi dalam hidup dunia ini, meruapakan keniscayaan adanya hari di luar kehidupan dunia ini, yaitu hari akhirat, dan disanalah manusia akan dibangkitkan setelah kematiannya, dan itu merupakan haq, yakni kepastian, dilakukan oleh Yang Maha Haq.